Postingan

APA KABAR GRUB MENULIS?

         Hampir 400an pesan di grub Ma'arif Menulis belum kubaca. Memang sudah sekitar lima hari aku tidak mengikuti perkembangan grub ini. Pekerjaan dan tugas - tugas yang menumpuk membuat aku tertinggal untuk menmgikuti aktivitas grub. Mulai dari pengerjaan laporan hasil belajar sampai pembagiannya di tempatku mengabdi di salah satu sekolah dasar di lereng Gunung Wilis, pengerjaan raport digital di madrasah hingga persiapanku sebagai panitia PPDB di madrasah memang kurasa sangat menyita waktuku. Berangkat pagi dan pulang di sore hari bahkan menjelang maghrib. Sesampai dirumah berkecimpung dengan tugas rumah tangga dan mengurus si kecil. Tak jarang bakda isya' sudah kurasakan ngantuk yang tidak tertahankan. Terkadang bangun di malam haripun harus merampungkan pekerjaan - pekerjaan yang terpending. Rasanya kesibukanku sudah mengalahkan kesibukan wakil rakyat saja.           Walau pekerjaan hari ini sudah selesai, sengaja aku tidak p...

MALAM TERAKHIR

Gambar
    Waktu menunjukkan bakda sholat maghrib, bertepatan malam Jum'at Pahing. Aku terbangun dari rabahanku dan sepertinya aku baru saja terlelap selama beberapa menit. Lumayan mengobati rasa capekku. Ku siapkan segala keperluanku lalu ku keluarkan sepeda motorku. Suasanat erasa hening, sepi, sinklu, sangat tidak nyaman rasa di hati. Setelah mengunci pintu, karna tidak ada siapapun dirumah, kudorong motorku ke halaman, kulihat daun - daun kering berserakan di halaman. Sudah beberapa hari aku disibukkan dengan raport online sehingga halaman rumahku tidak terjamah. Entah kenapa hatiku semakin gundah saja. Kututup pagar rumah lalu kupacu motorku menuju rumah mertua yang ada di desa sebelah.       Sudah beberapa hari anakku menginap dirumah mertua. Ditemani oleh keponakan - keponakanku. Nampaknya mereka sangat menikmati liburan semester di rumah nenek kakeknya. Sesampai dirumah mertua dan berbincang sejenak, aq bersama suami segera berangkat menuju rum...

Pesona Upin & Ipin

     Mungkin semua sudah tidak merasa asing lagi bila saya sebut nama Upin & Ipin. Pasti sudah terbayang 2 karakter kartun anak kembar dengan kepala botak yang lucu. Ya 2 karakter anak kembar dari negeri jiran ini sudah malang melintang di dunia kartun sejak tahun 2007 . Tidak hanya di negeri asalnya sendiri, Malaysia, serial kartun ini dikenal luas Indonesia dan negara - negara di Asia bahkan juga telah dikenal di beberapa negara Eropa. Tidak hanya anak - anak, bahkan remaja, orang dewasa maupun oran tua banyak yang menyukai serial kartun ini. Tidak heran, karena serial ini sangat menghibur. Selain menghibur kisah - kisah yang disajikan upin dan Ipin juga mendidik dan bisa memberikan inspirasi bagi yang menontonnya.       Dalam kisah kartun karakter Upin dan Ipin ini diceritakan bahwa Upin dan Ipin adalah 2 anak kembar yatim piatu berusia 5 tahun dan bersekolah di Tadika (TK). Upin merupakan abang dari Ipin. Karena Upin lahir beberapa menit terleb...

Profesi Baru di Masa Pandemi

     Pandemi Covid 19 yang kita alami saat ini memang membawa dampak dan perubahan bagi semua orang di berbagai bidang. Salah satunya dalam hal profesi atau pekerjaan. Bagi sebagian orang yang punya pekerjaan tetap dengan penghasilan tetap mungkin tidak begitu terdampak. Tetapi bagi sebagian orang yang pekerjaannya tidak tetap atau musiman, tentu akan sangat merasakan dampaknya.       Salah seorang teman yang berprofesi sebagai seorang tata rias pengantin sangat merasakan dampaknya. Usahanya sebagai penata rias pengantin memang melejit beberapa tahun terakhir ini. Berbagai model dan trend di ikuti sehingga jasa rias ini mengantarkannya pada kesuksesannya. Namun saat ini, karena perhelatan pesta pernikahan tidak boleh digelar, membuat para juru rias banyak yang kehilangan omset.       Tidak jauh beda dengan profesi juru rias, seorang teman yang berprofesi sebagai juru foto juga harus banting setir beralih profesi untuk menyambung hid...

Di rumah, di rumah, di rumah

     Masih dalam suasana lebaran. Hari ke 3 tetap di rumah saja, seperti hari kedua lebaran kemarin. Walaupun portal penutup gang menuju rumah sudah dibuka, namun rencana untuk sowan ke rumah Mbah Lik (adik dari Mbah putriku dari bapak, satu - satunya Mbahku yang masih ada) nampaknya juga harus ditunda. Sebenarnya jarak rumah tidak terlalu jauh, hanya di desa sebelah saja. Karena suami mengeluh kurang enak badan mau tidak mau harus ditunda dulu. Dan seperti kena setrum saja, aku juga mulai merasa tidak nyaman. Badan sakit semua, pegal - pegal dan kepala terasa berat. Okey, fix tidak kemana - mana.       Pintu rumah terbuka, pagar terbuka, tapi tetap saja tidak ada tanda - tanda akan kedatangan tamu. Demikian pula yang kulihat situasi di beberapa rumah tetangga, sepi, tak ada suara penyambutan tamu atau obrolan tuan rumah dengan tamu. Jalanan tetap sepi. Hanya beberapa motor saja yang lewat, itupun juga warga sekitar saja. Aku merasa terbawa dalam suasa...

Menghitung Waktu Menuju Kemenangan

          Hari ini hari ke 30, bulan ramadhan tahun ini. Tidak seperti tahun - tahun sebelumnya, kali ini tidak ada persiapan khusus. Biasanya mulai pagi saya sudah beraktifitas untuk keperluan lebaran. Bersih - bersih rumah, menyiapkan toples, belanja bahan - bahan makanan untuk persediaan selama lebaran, menyiapkan amplop - amplop lucu beserta isinya yang baru ditukar di bank dan lain - lain.            Pagi ini saya masih saja berdiam di dalam rumah menyibukkan diri dengan ponsel sambil mengawasi anak ganteng saya bermain di dalam rumah. Belum ada keinginan untuk beranjak. Padahal sebenarnya ada beberapa rencana yang ingin saya lakukan.            Lagi - lagi ini karena dampak dari Covid 19. Adanya himbauan dari pemerintah untuk tetap lebaran dirumah saja, membuat saya tidak ingin begitu merepotkan diri. Persiapan tetap ada tetapi seadanya saja. Masih membeli beberapa kue dagangan teman dan memesan b...