Pesona Upin & Ipin
Mungkin semua sudah tidak merasa asing lagi bila saya sebut nama Upin & Ipin. Pasti sudah terbayang 2 karakter kartun anak kembar dengan kepala botak yang lucu. Ya 2 karakter anak kembar dari negeri jiran ini sudah malang melintang di dunia kartun sejak tahun 2007 . Tidak hanya di negeri asalnya sendiri, Malaysia, serial kartun ini dikenal luas Indonesia dan negara - negara di Asia bahkan juga telah dikenal di beberapa negara Eropa. Tidak hanya anak - anak, bahkan remaja, orang dewasa maupun oran tua banyak yang menyukai serial kartun ini. Tidak heran, karena serial ini sangat menghibur. Selain menghibur kisah - kisah yang disajikan upin dan Ipin juga mendidik dan bisa memberikan inspirasi bagi yang menontonnya.
Dalam kisah kartun karakter Upin dan Ipin ini diceritakan bahwa Upin dan Ipin adalah 2 anak kembar yatim piatu berusia 5 tahun dan bersekolah di Tadika (TK). Upin merupakan abang dari Ipin. Karena Upin lahir beberapa menit terlebih dahulu daripada Ipin. Upin yang hanya punya sehelai rambut seperti antena selalu memakai baju berwarna kuninh, sedangkan adik kembarnya, Ipin tidak punya sehelai rambutpun selalu memakai baju berwarna biru. Upin dan Ipin tinggal bersama Opah neneknya dan Kak Ros kakaknya. Upin dan Ipin sudah menjadi yatim piatu sejak mereka masih bayi. Keluarga Upin dan Ipin tinggal di Kampung Durian Runtuh. Bertetangga dengan Tuk Dalang, yang juga menjadi tokoh sentra dalan cerita ini. Tokoh lain yang ada dalam cerita ini adalah teman - teman sepermainan Upin dan Ipin. Diantaranya adalah Memey, Jarjit, Ihsan, Fizi, Mail, Susanti, Ijat, Dzul dan Devi. Tokok pendukung lainnya yaitu Uncle Muhtu, Uncle Ah Tong, Cikgu Jasmin dan Abang Saleh.
Sejak penayangan perdana tahun 2007, yang awalnya untuk program anak - anak di bulan ramadhan ini mendapat antusias yang luar biasa dari pemirsa. Sehingga dibuatlah sekuel lanjutan dari kisah Upin dan Ipin ini. Sampai kini sudah ratusan episode yang di produksi. Bahkan sudah dibuat pula versi movie nya. Semua bagus, menarik, lucu sudah pasti, dan yang paling penting mendidik.
Anak saya merupakan salah satu fans berat dari Upin dan ini. Hampir setiap hari Upin Ipin ini menjadi tontonan wajib baginya. Walaupun cerita yang ditayangkan itu di ulang - ulang tapi rupanya anak saya tidak pernah bosan menontonnya. Sampai - sampai dia hafal semua tokoh dan ceritanya. Tidak hanya itu, kata - kata yang menjadi icon para tokohnyapun anak saya hafal. Dan itupun terbawa dalam percakapan sehari - hari. Sering apabila anak saya berbicara, kata - kata yang diucapkan meniru kata - kata dari Upin, Ipin dan teman - temannya. Misalnya betul betul betul, tak ada pun, macam tu lah, dua seringgit dan masih banyak lagi. Saking suka nya dengan Upin Ipin, chanel TV yang menyiarkannya pun tidak boleh diganti dengan channel lain. TV menjadi hak otoritas anak saya, sehingga apabila anak saya belum tidur anggota keluarga yang lain akan kesulitan untuk menyaksikan program dari channel lain.
Tidak hanya itu, sering pula anak saya meniru Upin Ipin dalam hal makanan. Misalnya meminta ayam guring ala Ipin, minta durian, minta ABCD nya Uncle Muhtu atau Air Batu Campur Durian atau semacam es teler durian kalau di Indonesia. Dalam hal mainan juga pernah minta di belikan tongkat pin pin pom, minta dibelikan tablet seperti milik Upin Ipin dan kawan - kawan nya. Dan masih banyak gaya hidup yang ditiru dari Upin dan Ipin. Namun demikian, beberapa hal yang ditiru dari idolanya itu juga merupakan hal - hal baru yang positif bagi anak seusia anak saya yang masih duduk di bangk pra sekolah. Seperti dia jadi tahu bagaimana cara menanam, bagaimana cara mengatasi kebakaran, kebiasaan berdoa sebelum memulai sesuatu dan lain sebagainya.
Rupanya apa yang di alami anak saya ini juga di alami oleh kebanyakan anak. Semua demam Upin Ipin, semua terpesona Upin Ipin. Bagi saya pribadi sebenarnya itu tidak masalah, selagi bersifat positif dan membawa manfaat. Akan menjadi masalah apabila anak menjadi lupa waktu, lupa belajar dan tidak mau berinteraksi dengan orang lain. Sebagai orang tua kita lah yang harus membantu mengarahkan anak - anak kita agar bisa menyeimbangkan antara hiburan dengan waktu belajarnya. Sebisa mungkin kita juga harus mendampingi anak - anak dalam berbagai kesempatan. Harus kita jelaskan dan kita berikan pemahaman tentang apa yang mereka lihat dan apa yang mereka dengar. Sehingga anak - anak tidak akan salah penafsiran. Tak lupa dan tiada hentinya sebagai orang tua untuk selalu mendoakan agar anak - anak kita menjadi anak - anak yang sholeh dan sholehah. Aamiin .
Upin Ipin luar biasa, seperti dalam lagunya
BalasHapus