APA KABAR GRUB MENULIS?



        Hampir 400an pesan di grub Ma'arif Menulis belum kubaca. Memang sudah sekitar lima hari aku tidak mengikuti perkembangan grub ini. Pekerjaan dan tugas - tugas yang menumpuk membuat aku tertinggal untuk menmgikuti aktivitas grub. Mulai dari pengerjaan laporan hasil belajar sampai pembagiannya di tempatku mengabdi di salah satu sekolah dasar di lereng Gunung Wilis, pengerjaan raport digital di madrasah hingga persiapanku sebagai panitia PPDB di madrasah memang kurasa sangat menyita waktuku. Berangkat pagi dan pulang di sore hari bahkan menjelang maghrib. Sesampai dirumah berkecimpung dengan tugas rumah tangga dan mengurus si kecil. Tak jarang bakda isya' sudah kurasakan ngantuk yang tidak tertahankan. Terkadang bangun di malam haripun harus merampungkan pekerjaan - pekerjaan yang terpending. Rasanya kesibukanku sudah mengalahkan kesibukan wakil rakyat saja.
        Walau pekerjaan hari ini sudah selesai, sengaja aku tidak pulang dulu, mumpung si kecilku hari ini berda di rumah neneknya. Waaahh ... ada kesempatan untuk agak bersantai sebentar tentunya. Sambil rebahan di ruang laboratorium komputer madrasah mulai kubuka satu persatu percakapan dari rekan - rekan di grub. Sesekali terdengar berisik dan heboh operator madrasah bersama salah seorang rekan pengajar. Kedua tenaga didik muda itu sedang asyik menonton variety show Korea dari chanel youtube. Benar - benar mereka telah dirasuki demam Korea. Hmm... . 
        Kulanjutkan terus agenda membaca pesan grub Ma'arif Menulis. Kutemukan banyak tulisan - tulisan baru yang muncul dan semuanya sangat menarik. Aku hafal anggota - anggota grub yang selalu aktif menulis. Selalu ada saja ide baru untuk menulis. Bahkan aku merasa kira - kira akan ada yang meluncurkan bukunya sendiri. Wah aku sangat salut dengan beliau - beliau itu. Sedangkan aku termasuk anggota grub yang belum bisa dikategorikan aktif. Kalau ingat ini rasanya jadi malu sendiri. Apalagi baik pembimbing yaitu Dr. Ngainun Naim dan juga rekan - rekan yang lain selalu memberikan motivasi, jadi tambah sungkan saja.
        Terkadang ide itu sudah ada, tapi karena beberapa alasan menyebabkan tidak sempat menuliskannya, akhirnya hilang begitu saja. Terkadang sudah mulai menulis tetapi belum sampai selesai dan akhirnya batal untuk dipublikasikan. Memang benar apa yang sering disampaikan oleh pembimbing, bahwa apabila kita tidak menyempatkan untuk menulis maka tidak akan tercipta tulisan. Hanya keinginan tanpa tindakan.
        Aku bangun dari rebahan. Lumayan enak dan nyaman dibadan setelah aktivitas seharian tadi. Kedua rekan kerjaku masih asyik saja dengan tontonannya. Mumpung ada kesempatan untuk menulis, kunyalakan salah satu komputer dan aku mulai mengetik. Aku masih tetap berharap semoga kedepannya terus bisa menulis. Walau untuk saat ini hanya bisa menulis pengalaman pribadi saja, yang masih juga biasa - biasa saja, tapi semoga suatu saat bisa menghasilkan tulisan yang bagus, bermanfaat, informatif dan berbobot seperti rekan - rekan  yang lain. Aamiin.

Karangrejo, 22062020


Komentar

  1. Aq mendukungmu. Aq jg blajar nulis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siyaap Pak..... Terima kasih atas dukungan nya 😇

      Hapus
  2. Balasan
    1. Iyess Bu Etik.... Sungguh senang saya hehe.... Walau komentar yg lama blm bisa dimunculkan, smg yg berikutnya bisa... Yess yess yess yess
      😄😄

      Hapus

Posting Komentar