Maestro Literasi
Bismillahirrohmanirrohiim. Perkenankan disini saya mencoba sedikit menulis sebagai bentuk ucapan selamat dan apresiasi kepada sang maestro literasi yang baru - baru ini mendapat gelar dan jabatan baru sebagai guru besar dalam bidang Ilmu Filsafat Islam di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN Satu) yaitu Bapak Prof. Dr. Ngainun Naim, M.H.I. Semoga Bapak Ngainun Naim semakin sukses dalam memberikan sumbangsih terhadap dunia pendidikan dan juga dalam bidang literasi.
Walau secara pribadi saya hanya sekilas mengenal Pak Naim, saya katakan sekilas karena saya baru satu kali bertemu langsung dengan Pak Naim. Namun selebihnya saya banyak mengenal Pak Naim melalui tulisan - tulisannya, beberapa buku karya beliau yang saya miliki dan berbagai kegiatan maupun kiat - kiat menulis yang beliau sampaikan di media sosial seperti facebook dan youtube.
Setelah saya semakin intens mengikuti beliau di media sosial, saya baru tau ternyata banyak orang - orang yang saya kenal bersahabat dengan Pak Naim. Ada senior yang menjadi dosen di UIN Satu, teman, saudara, tetangga, keponakan ternyata banyak yang mengenal Pak Naim. Tidak heran karena mereka dengan Pak Naim satu lembaga di UIN Satu.
Kebanyakan dari mereka termasuk salah satu rekan kerja saya yang merupakan adik tingkat Pak Naim sewaktu kuliah mengatakan bahwa Pak Naim ini orangnya hebat, pinter sekali, lain dari mahasiswa yang lain. Aktif pula dalam kegiatan organisasi.
Dan alhamdulillah sampai saat ini saya juga ikut di salah satu grub menulis yang beliau bimbing langsung. Sebagai pembimbing untuk para penulis pemula beliau sangat sabar dan telaten. Beliau tidak lelah memberikan semangat untuk terus menulis kepada kami. Beliau selalu mengatakan "tidak usah ragu ataupun malu untuk menulis". Menulis harus terus dilatih agar kita semakin terbiasa. Dari hal - hal sederhana, kegiatan kita sehari - hari bisa kita jadikan bahan tulisan kita. Lama kelamaan kita akan terbiasa, dan mengetahui dimana letak kekurangan kita.
Meluangkan waktu untuk menulis, bukan menunggu waktu luang untuk menulis. Itulah kunci sukses menulis yang selalu beliau sampaikan kepada kami.
Melalui grub menulis inipun Pak Naim mengajarkan agar kami membuat blog untuk menyimpan atau mempublikasikan tulisan kami melalui blog. Ini juga merupakan pengalaman baru bagi saya, karena sebelumnya saya belum pernah menulis di blog.
Sebagai pemacu semangat menulis kami, Pak Naim kemudian memberikan tantangan kepada kami di grub untuk menulis setiap harinya tentang apapun minimal sebanyak lima paragraf.
Melalui grub menulis ini pun saya mendapatkan kesempatan untuk ikut menjadi salah satu penulis buku antologi. Ini merupakan pengalaman berharga buat saya. Dawuhe Pak Naim "nama kita jangan hanya ada di buku nikah saja, kan keren kalau nama kita tercantum sebagai penulis buku" Hehe... Kurang lebihnya begitu yang saya ingat...
Alhamdulillah, baru tiga judul buku yang didalamnya ada nama saya sebagai salah satu penulisnya dibawah bimbingan Pak Naim. Entah kapan bertambah lagi. Walaupun pada awalnya saya agak rajin menulis tapi akhirnya saya harus menyerah ketika dihadapkan dengan banyaknya kegiatan diluar. Ada saja alasan yang membuat saya tidak menulis, walaupun dalam hati sebenarnya saya sering sekali berniat untuk menulis.
Maafkan saya Pak Naim.
Berikut ini memory saya ketika bertemu dengan Pak Naim.
Beberapa waktu lalu sekira awal tahun 2020 saya mendapat tugas dari madrasah tempat saya mengajar untuk mengikuti bimtek penguatan kepala madrasah. Ketika mengikuti kegiatan tersebut saya mendapatkan banyak tambahan ilmu dan pengetahuan baru. Salah satunya dalam hal literasi. Saya dan peserta bimtek pada waktu itu mendapatkan materi literasi digital yang disampaikan oleh Dr. Ngainun Naim, MHI (pada waktu itu belum bergelar Profesor, tetapi banyak yang memanggil beliau Profesor termasuk saya) . Ternyata beliau adalah seorang dosen di IAIN Tulungagung yang sekarang menjadi UIN Tulungagung. Saya baru kali itu bertemu dengan beliau. Berbeda dengan beberapa peserta bimtek yang lain yang ternyata sudah banyak mengenal sosok Pak Naim ini. Dari keterangan peserta bimtek yang duduk dekat dengan saya mengaku bahwa sudah mengenal Pak Naim karena beliau adalah dosennya. Ada lagi yang mengatakan mengenal Pak Naim sebagai pembimbingnya disalah satu grub literasi yang diikutinya. Wah hebat, batin saya.
Kesan pertama bertemu dengan Pak Naim, beliau terlihat smart dengan berkacamata, tapi juga berpenampilan casual layaknya anak2 muda saat ini, terlihat nyantai tidak seformal penampilan dosen2 pada umumnya, sangat friendly kalau menurut saya. Gaya berbicaranya dan cara penyampaian materinya pun enak, diselingi dengan jokes yang cukup menghibur membuat suasana kelas waktu itu terasa hidup. Tidak hanya Bapak Naim selaku pemateri saja yang aktif, tetapi peserta bimtek jadi sangat antusias dan komunikatif.
Mendapat materi Literasi Digital awalnya saya merasa biasa saja. Namun menjadi luar biasa ketika Bapak Naim memberikan tugas kepada kami para peserta bimtek untuk membuat sebuah tulisan. Tulisan tentang pengalaman kami selama mengikuti bimtek. Awalnya saya berpikir "...ah pasti mudah, wong hanya menulis pengalaman pribadi saja, ini seperti pelajaran mengarang". Tapi ternyata saya salah, ketika memulai menulis saya merasa ternyata menulis tidak semudah yang saya pikirkan. Saya juga harus berpikir keras untuk menghasilkan tulisan yang menurut saya bagus. Apalagi tugas itu harus dikumpulkan esok harinya. Tapi ternyata saya malah merasa tertantang untuk terus menyelesaikan tugas. Jadi semalaman saya nglembur menulis tugas dari Pak Naim. Dan alhamdulillah selesai juga tulisan sederhana saya yang masih banyak kekurangan disana sini. Buat tapi ya sudahlah tidak apa - apa. Saya ingat dawuh Pak Naim "yang penting nulis". Ya sudah yang penting saya sudah menulis hehe...
Ketika kegiatan bimtek selesai, saya tidak menyangka ternyata silaturahmi saya dengan para peserta bimtek walau tidak semuanya dan juga Pak Naim terus berlanjut. Saya merasa beruntung karena Pak Naim memberikan kesempatan kepada kami untuk terus tekun belajar menulis. Kami dibuatkan grub menulis, dengan dibimbing langsung oleh Pak Naim. Terima kasih Pak Naim sudah memberikan kesempatan berharga buat kami. Walaupun saya bukan yang termasuk aktif, tapi saya senang dan bangga beberapa teman di grub menulis berhasil melaunching buku solonya. Pak Naim telah sukses mencetak para penulis baru.
Sekali lagi saya ucapkan selamat dan sukses untuk Prof. Dr. Ngainun Naim, M.H.I. sang maestro literasi. Terima kasih atas bimbingannya selama ini. Mohon maaf bila tulisan saya masih jauh dari kata bagus, walau sudah beberapa kali menulis.
Karangrejo 23-01-2022
Dhina Kurniawati - Pengajar di MA Hasyim Asy'ari Karangrejo
Komentar
Posting Komentar